Warga Klambu Turut Diamankan Polisi Terkait Judi Capjikia -->

Advertisement

loading...

Warga Klambu Turut Diamankan Polisi Terkait Judi Capjikia

Wednesday, January 20, 2021


Kabarklambu.online
-
Bertempat di Halaman Mapolres Grobogan di gelar rilis pers terkait penangkapan pelaku judi di wilayah hukum Polres Grobogan.

Dari Keterangan Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan mengatakan bahwa pihaknya berhasil mengamankan tiga orang yang diindikasikan sebagai penjual judi jenis Capjikia yang salah satunya adalah warga Kecamatan Klambu di waktu dan tempat berbeda, Selasa (19/1/2021).

“Ketiga pelaku masing – masing bernama Narto (48) warga Desa Bandungharjo, Kecamagan Toroh, diamankan di sebuah warung kosong yang ada di desanya, pada hari Sabtu (16/1/2021) kemarin berserta sejumlah barang bukti antara lain, 1 bendel kupon kosong merk ‘Gunung Rejeki, 6 bendel kupon bertuliskan angka capjiki. Kemudian, ada uang tunai Rp 286.000, dua lembar kertas berisi rekapan angka capjiki dan 3 lembar kertas karbon”, terangnya.

“Yang kedua adalah Edi Suyono (51), warga Desa Bringin, Kecamatan Godong yang diamankan di rumahnya, pada hari Minggu (17/1/2021) kemarin berserta barang buktinya yakni beberapa bendel kupon kosong sisa penjualan judi, uang tunai Rp 441.000, rekapan hasil penjualan judi putaran ke-3, serta alat tulis,” lanjutnya.

“Yang ketiga adalah Mohamad Basori (27), warga Desa Selojari, Kecamatan Klambu, diamankan ketika berada di warung kopi yang ada di Desa Tirem, Kecamatan Brati, Minggu (17/1/2021) kemarin berserta barang bukti berupa beberapa bendel kupon kosong sisa penjualan judi putaran ke-1, 2 dan 3, satu lembar sanepo ramalan, dan alat tulis. Selain itu, ada pula barang bukti berupa uang tunai Rp 505.000 yang turut diamankan,” jelasnya.

Masih menurut Kapolres, penangkapan pelaku perjudian karena adanya informasi dari masyarakat. Dimana, ada masyarakat yang menyebutkan jika ada praktik perjudian di sejumlah wilayah di kecamatan.

“Berdasarkan informasi itu, anggota kami langsung melakukan penyelidikan hingga pelaku perjudian itu berhasil diamankan berikut barang buktinya. Dan kasusnya kita kembangkan lebih lanjut,” pungkasnya.

Sementara itu para pelaku akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian, dengan ancaman hukuman paling lama hingga 10 tahun.