Sengketa Batas Tanah, Kakak di Karang Rayung Tega Habisi Nyawa Adik Kandungnya Sendiri

Advertisement

Sengketa Batas Tanah, Kakak di Karang Rayung Tega Habisi Nyawa Adik Kandungnya Sendiri

Sunday, January 27, 2019

Rumah korban dipasang garis polisi
Kabar Klambu - Perselisihan berujung pembunuhan terjadi di Dusun Dungklo RT 05 RW 04 Desa Jetis, Karangrayung minggu (27/1/2019). Mirisnya perselisihan ini terjadi antara kedua bersaudara kakak beradik yang menurut keterangan saksi mata dipicu karena persoalan tapal batas kepemilikan tanah sawah warisan orang tua mereka.

Wadiyo (72) dan Radi (54) saudara kandung kakak beradik warga Dusun Dungklo, Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung yang terlibat perselisihan hingga menyebabkan Radi sang adik tewas.

Berdasarkan penuturan saksi mata, Margo (48) seorang warga setempat, kejadian bermula pada pukul 08.30 WIB tiba-tiba pelaku (Wadiyo) menghampiri ke rumah korban dengan mengendarai sepeda onthel, bermaksud membahas soal batas tanah sawah warisan orang tua mereka yang menurut pelaku kurang pas.

Wadiyo Kemudian menunggu di depan rumah korban, karena ternyata sang adik masih berada dipasar bersama dengan cucunya. Setelah korban pulang sampai rumah, pelaku yang telah menunggunya dari tadi mencoba mengajak korban untuk membicarakan persoalan tanah sawah mereka itu yang menurut pelaku pemasangan tapal batasnya kurang pas. Namun saat ditengah pembicaraan korban justru marah dan mengajak pelaku untuk duel.

Korban yang marah mencoba mengambil senjata tajam dari dalam rumahnya. Pelaku yang kebetulan juga membawa sebilah sabit pun siap meladeni tantangan sang adik. Pelaku yang tahu bahwa korban akan menyerangnya kemudian melayangkan sabetan sabit lebih dulu dan mengenai tangan kanan korban. Kemudian 3 sabetan sabit yang lain mengenai leher bagian belakang telinga korban, bahu kanan serta perut yang menyebabkan usus korban terburai keluar hingga akhirnya roboh dan meninggal ditempat.

"Karena rupanya tidak ada titik temu, maka pelaku langsung menghujamkan sabit yang dibawanya kearah korban, sehingga korban mengalami luka di bawah telinga, perut dan di tangan terkena sabetan sabit," tutur Margo.

Sementara setelah melakukan aksinya Wadiyo langsung pulang kerumahnya untuk menunggu kedatangan Polisi yang sudah dipastikan akan mendatanginya lantaran saat mereka terlibat duel ada yang melaporkan ke Polsek Karangrayung. Saat didatangi Polisi pelaku akhirnya berhasil ditangkap tanpa ada perlawanan.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, adalah sebuah sabit yangg digunakan oleh pelaku. Pelaku akhirnya diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.