Entung Pohon Jati, Ulat Bulu Yang Belakangan Menjadi Primadona Dan Dijual Hingga 80 Ribu Perkilo

Advertisement

Entung Pohon Jati, Ulat Bulu Yang Belakangan Menjadi Primadona Dan Dijual Hingga 80 Ribu Perkilo

Saturday, December 1, 2018


Entung Pohon Jati
Kabar Klambu - Ulat menjijikkan bagi banyak orang. Namun belakangan di beberapa wilayah di Kabupaten Grobogan dan sekitarnya, kepompong ulat bulu jati, yang disebut entung oleh penduduk daerah itu, dijual dengan harga mencapai Rp 60-80 ribu per kilogram.

Kepompong ulat bulu itu biasanya digunakan untuk berbagai menu masakan. Ditumis, dibuat keripik, juga rica-rica pedas. Penjual membagi-baginya menjadi 100 gram seharga Rp 8.000. Bahkan dari pantauan kabarklambu.com, penjualan Entung jati ini juga dilakukan secara online melalui forum jual beli di sosial media seperti Facebook.

Awal musim hujan adalah saat kepompong ulat bulu jati sedang banyak-banyaknya. Kepompong berjatuhan di antara daun-daun jati yang rontok dan bergelantungan di pohon. Panjangnya sekitar 4 sentimeter. Warnanya cokelat tua dan mengkilap.
Entung jati yang telah di masak
Sebelum menjadi kepompong, warga sekitar hutan merasa terganggu dengan banyaknya ulat bulu daun jati. Ulat bulu itu bahkan masuk ke pekarangan warga dan memakan daun-daun tanaman milik warga. Seperti yang terjadi di sebagian desa Taruman di Kecamatan Klambu.

Karena dianggap mengganggu, warga kemudian memburunya. Banyak cara dilakukan untuk mengendalikan munculnya ulat bulu. Misalnya dengan menebarkan metarhizium atau jamur yang digunakan untuk mengendalikan hama, termasuk ulat.

Selain itu, bisa dengan menyemprotkan insektisida. Yang ini tentu tidak ramah lingkungan karena berdampak pada habitat di area perkebunan dan sawah. Namun rupanya ada cara lain yang lebih menguntungkan, yakni dengan dikonsumsi atau dijual.

Hal tersebut yang belakangan ini sedang ramai terjadi dikalangan masyarakat khususnya warga Kabupaten Grobogan. Menurut keterangan Kastinah, salah satu penjual entung jati, dirinya mengaku mendapat rejeki dari munculnya entung jati ini. Dirinya menjual entung dalam kondisi mentah (belum dimasak) dengan harga 80 ribu perkilonya. Sementara jika sudah matang, ia menjualnya per mangkuk kecil yang dihargai sekitar 20 ribu per mangkuknya.