1 Orang Tewas Terseret Banjir Saat Hendak Selamatkan Barang Berharga

Advertisement

1 Orang Tewas Terseret Banjir Saat Hendak Selamatkan Barang Berharga

Wednesday, December 5, 2018

Banjir Grobogan
Kabar Klambu - Sutikno (65) warga dusun Turi, Desa Putatsari, Grobogan tewas lantaran terpeleset saat hendak menyelamatkan kasur yang terseret banjir menggenangi di dalam rumahnya setinggi satu meter, Senin (3/12). Banjir tersebut merupakan limpahan air sungai yang mengalir pegunungan Kendeng akibat hujan deras selama empat jam.

Derasnya air langsung mengepung dan merusak rumah warga di lima desa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyoningsih mengatakan meluapnya air sungai dari pegunungan Kendeng ini berdampak pada banjir rumah warga yang berada di lima desa. Satu warga tewas akibat terseret arus banjir saat hendak selamatkan kasur.

"Ada lima desa yang terdampak banjir bandang dan rumah rusak diantarnya desa Kedung Jumuk, Desa Lebak, Putatsari, Tanggungharjo, dan Desa Teguhan. Ada satu warga tewas terseret arus deras saat jalan dalam rumah," kata Endang Sulistyoningsih saat dikonfirmasi, Selasa (4/12).

Ketinggian air, kata Endang, mencapai 20 hingga 50 sentimeter.

"Dari data BPBD Kabupaten Grobogan ada 10 rumah rusak. Sedangkan 66 KK terendam banjir sekitar 40 sampai 100 centimeter, desa lainnya hanya terendam banjir dengan ketinggian mata kaki orang dewasa," jelasnya.

Terkait kondisi beberapa wilayah banjir yang menggenangi rumah warga sampai saat ini, Selasa (4/12) sudah mulai surut. Namun pihaknya menghimbau kepada warga agar tetap waspada.

"Kami ingin warga waspada karena cuaca masuk musim penghujan. Untuk genangan air sudah mengalir ke sungai Lusi," terangnya.

Adapun titik banjir saat ini di Kecamatan Grobogan ada di beberapa dusun yakni dusun Klampok, Lebak, Oktasari, Panggungharjo, Ngabenrejo, dan Ketapang. Beberapa dusun terdampak banjir akan berikan bantuan.

"Kami berikan bantuan logistik bagi 10 rumah warga yang rusak akibat terjangan air sungai," kata Endang Sulistyoningsih.