Stasiun TV Swasta Siap Meliput Jika Debat Terbuka Pilkades Klambu Di Adakan

Advertisement

Stasiun TV Swasta Siap Meliput Jika Debat Terbuka Pilkades Klambu Di Adakan

Saturday, October 13, 2018

illustrasi debat pilkades
Kabar Klambu - Debat terbuka merupakan salah satu cara terbaik untuk menunjukkan program serta visi dan misi bagi para calon pemimpin yang akan bertarung di sebuah pemilihan umum untuk menarik simpati warga agar memberikan suaranya. Cara itu juga dapat diterapkan pada Pilkades desa Klambu yang akan diselenggarakan pada 22 november 2018 nanti. Dan jika acara ini disetujui oleh para panitia Pilkades Klambu, maka Desa Klambu akan menjadi satu-satunya desa yang menggelar acara debat terbuka antar calon kepala desa di Kabupaten Grobogan bahkan bisa jadi ini yang pertama kalinya di Provinsi Jawa Tengah.

Bermula dari gagasan tersebut, kemudian kabarklambu.com mencoba mendiskusikan sekaligus meminta pendapat ke rekan-rekan media di Kabupaten Grobogan yang terdiri dari beberapa jurnalis baik dari media televisi, cetak maupun online. Hasilnya, tanggapannya cukup bagus, bahkan salah satunya yakni jurnalis dari salah satu tv nasioanl siap meliput jika acara tersebut benar-benar terealisasi.

"Saya setuju apa lagi untuk desa Klambu yang memiliki calon kepala desa dengan jumlah yang banyak dibanding lainnya, tentu debat terbuka bisa menjadi ajang promosi biar warga tidak bingung dalam menentukan pilihannya nanti. Karena semakin banyak pilihan umumnya, kita pasti akan bingung untuk menentukan pilihan jika kita buta tentang program-program yang ditawarkan para kandidat", Jelas Arif Nur salah satu rekan dari media TV.

Rekan-rekan media televisi Kabupaten Grobogan bahkan siap untuk meliput seluruh rangkaian acara apabila debat terbuka Pilkades Klambu terealisasi pelaksanaannya.

"Bisa, kami siap meliput tapi mungkin hanya akan tayang di saluran lokal lingkup jawa tengah saja." Pungkas Arif Nur.

Terlepas dari semua itu, sebelumnya tentu saja perlu untuk mendapatkan persetujuan dari panitia penyelenggara Pilkades maupun BPD yang berwenang menyelenggarakan ajang Pilkades dari awal hingga akhir. Tak hanya itu saja, aspek keamanan juga wajib diperhatikan, mengingat momen-momen pemilu adalah saat dimana tingkat sensitifitas antar kelompok jadi meningkat. Percikan sedikit saja berpotensi besar menimbulkan kerusuhan.

Hal itu bisa ditangani dengan melibatkan aparat kepolisian maupun TNI untuk menjaga keamanan dan mentertibkan para pendukung sakah satu calon agar acara debat berjalan lancar dari awal hingga akhir. Semua aspek tersebut harus bisa dipenuhi, namun yang terpenting dari semua aspek diatas adalah kesadaran diri sendiri untuk turut mensukseskan dan menjaga ketertiban saat acara debat terbuka benar-benar di realisasikan.