Pengedar Uang Palsu Dibekuk Petugas Saat Transaksi Di Agen BRILink

Advertisement

Pengedar Uang Palsu Dibekuk Petugas Saat Transaksi Di Agen BRILink

Monday, October 29, 2018

Pengedar uang palsu di Grobogan 
Kabar Klambu - Kasus peredaran uang palsu berhasil diungkap aparat kepolisian Polres Grobogan senin (29/10). Dalam pengungkapan kasus ini Polisi berhasil menangkap 6 orang komplotan pengedar uang palsu di Kabupaten Grobogan. Keenam tersangka tersebut yakni Jumantinu, Slamet Riyadi, M Agus Salim, Riyanto, Kusmanto dan Muh Amin.

Penangkapan mereka berawal dari laporan salah satu agen BRILink yang curiga dengan uang yang akan ditransfer oleh tersangka Jumantini. Secara kasat mata, uang tersebut memang tidak terlihat palsu, bahkan jika dilihat dengan menggunakan sinar infra merah, terlihat tanda hologram yang sama persis dengan yang terdapat pada pecahan uang asli. Namun, ada satu sebab yang kemudian membuat agen BRILink curiga, yakni nomor seri dari seluruh uang yang akan ditransferkannya tadi terlihat sama persis.

Tanpa pikir panjang, Jumantini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Dengan cepat Jumantini kemudian ditangkap polisi, dan dibawa ke Mapolres Grobogan. Hasil pemeriksaan, ternyata Jumantini bersama Slamet Riyadi membeli uang palsu sebesar Rp 15 juta dengan harga Rp 10 juta dari Muhammad Agus Salim.

"Anggota kami kemudian melakukan pengembangan. Hasilnya, Muhamad Agus Salim, Riyanto, dan Muh Amin membeli uang palsu dari Kediri, melalui tersangka Karmanto. Mereka membeli uang palsu Rp 40 juta seharga Rp 20 juta. Sebagai perantara, Karmanto mendapat upah sebesar Rp 4 juta," jelas Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq, Senin (29/10/18) siang.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat 2 dan 3 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Tonton beritanya dalam bentuk video di Youtube berikut ini:

Video selengkapnya klik link ini: 
Pengedar Uang Palsu Di Grobogan Ditangkap Polisi