Menolak Kebaradaan Kandang Ayam Peternakan, Warga Dusun Keyongan, Penganten Blokir Akses Jalan Dengan Memasang Pagar Bambu

Advertisement

Menolak Kebaradaan Kandang Ayam Peternakan, Warga Dusun Keyongan, Penganten Blokir Akses Jalan Dengan Memasang Pagar Bambu

Friday, September 7, 2018

Spanduk penolakan keberadaan kandang ayam
Kabar Klambu - Polemik tentang keberadaan kandang ayam di Dusun Keyongan RT 2 RW 5 Desa Penganten Kecamatan Klambu tak juga menemukan titik terang. Setelah beberapa waktu lalu warga sempat melakukan berbagai aksi demonstrasi, kali ini pada Jumat, (07/09) pagi warga kembali memprotes peternakan ayam milik Suwito tersebut dengan melakukan aksi pemblokiran jalan akses yang dilalui kendaraan operasional pemilik peternakan ayam dengan membuat pagar dari bambu.
warga blokir jalan dengan bambu

Menurut keterangan salah satu tokoh masyarakat dusun Keyongan Taufik, keberadaan kandang ayam milik Suwito itu sangat mengganggu warga pasalnya bau tak sedap dari kotoran ayam serta munculnya ribuan lalat kerap membuat warga merasa tak nyaman. Apalagi saat pembangunan kandang ayam dahulu tidak melibatkan warga sekitar untuk hal perizinannya.

"Ya ini sudah lama sebenarnya (masalah kandang ayam), kandang tersebut sangat mengganggu aktifitas warga sini karena jaraknya hanya 50 meter saja dari pemukiman warga. Kami melakukan pemblokiran jalan ini sebagai bentuk protes dan biar kendaraan pengangkut ayam nggak bisa lewat." Ujar Taufik.

Sebelumya, penolakan warga sudah pernah disampaikan ke pemerintah desa. Antara warga dan pemilik kandang sudah dipertemukan di Balai Desa Penganten. Hasil mediasi pada tanggal 28 Juni lalu menemui kata sepakat kandang akan ditutup setelah panen. Namun usai panen, kandang masih masih saja beroperasi sehingga warga memutuskan untuk memblokir akses jalan menuju kandang

Namun belakangan si pemilik kandang ayam rupanya masih nekat dan kembali mengisi kandangnya tersebut dengan ayam.

Setidaknya ada 5 titik yang diblokir menggunakan palang bambu. Selain itu, warga juga menggali ujung jalan supaya tidak bisa dilalui kendaraan. "Pemblokiran jalan ini tidak melanggar apapun, karena jalan ini merupakan jalan pertolongan yang tidak tertera dalam peta pertanahan. Dulunya, warga merelakan sebagian tanahnya untuk dijadikan jalan. Namun, para pemilik lahan akhirnya tidak rela karena jalan yang mereka buat justru digunakan untuk aktivitas keluar masuk kendaraan pengangkut ayam," tambah Tufik.