Razia Kost, Sat Sabhara Polres Grobogan Jaring 5 Pasangan Tak Resmi Sedang Asik Berduaan Di Kamar

Advertisement

Razia Kost, Sat Sabhara Polres Grobogan Jaring 5 Pasangan Tak Resmi Sedang Asik Berduaan Di Kamar

Tuesday, August 28, 2018

Pasangan tidak resmi terjaring razia
Kabar Klambu - Sejumlah pasangan tidak resmi terjaring razia yang dilakukan oleh Sat Sabhara Polres Grobogan, Selasa (28/8/18) siang. Razia difokuskan di rumah-rumah kost yang ada di Kota Purwodadi. Ada delapan rumah kost yang didatangi petugas.

Razia diawali di sejumlah rumah kos di kawasan Sambak. Dari beberapa rumah kost yang didatangi, petugas berhasil menjaring lima pasangan tidak resmi yang sedang asyik berduaan di dalam kamar. Saat diminta menunjukkan dokumen pernikahan, mereka tidak bisa menunjukkannya. Polisi akhirnya membawa mereka ke Mapolres Grobogan.

Polisi kemudian melanjutkan razia di kawasan Jalan Cempaka Purwodadi. Di kawasan tersebut, polisi berhasil menjaring dua pasangan tidak resmi. Polisi juga menjaring dua wanita yang tidak memiliki kartu identitas.

"Total ada tujuh pasangan tidak resmi yang kami jaring. Selain itu ada dua orang yang tidak memiliki kartu identitas. Mereka kami bawa ke Mapolres Grobogan untuk diberi pembinaan," ucap Kasat Sabhara AKP Lamsir, usai memimpin operasi.

Polisi selanjutnya mendata mereka, dan diminta untuk membuat surat pernyataan diatas materai. Bagi yang terjaring lebih dari satu kali akan diberi tindakan lebih tegas berupa sidang tipiring.

Dalam kesempatan ini Lamsir juga menghimbau kepada para pemilik rumah kost supaya lebih selektif dalam menerima penghuni baru. "Asal-usul penghuni kost harus jelas, dibuktikan dengan KTP dan surat nikah, bagi yang sudah menikah. Jika tidak memiliki KTP, jangan sekali-kali diterima menjadi penghuni kost, karena dipastikan orang tersebut tidak beres. Bisa pelarian kasus kriminal, bisa juga seorang teroris," tambah Lamsir.

Lamsir juga meminta Satpol PP Grobogan selaku penegak Perda untuk menggelar razia rumah kos, demi menghindari penyalahgunaan rumah kost sebagai tempat prostitusi.

Dilansir dari: matamedia.xyz