Desa Klambu, Penganten dan Terkesi Tutup Euforia Agustusan Dengan Acara Berkelas

Advertisement

Desa Klambu, Penganten dan Terkesi Tutup Euforia Agustusan Dengan Acara Berkelas

Monday, August 27, 2018

Pertunjukkan Pentas Seni Desa Terkesi
Kabar Klambu - Suasana kemeriahan bulan Agustus yang selama ini kita tahu sangat kental dengan nuansa kemeriahan lantaran menjadi bulan dimana negara Republik Indonesia ini merdeka akhirnya usai. Berbagai kemeriahan seperti aneka perlombaan, karnaval budaya, pertunjukkan kesenian dan hiburan tradisional mewarnai hampir setiap harinya di bulan Agustus ini.

Di Kecamatan Klambu, euforia kemeriahan bulan agustus di tutup dengan berbagai macam pertunjukkan. Di Desa Klambu dan Desa Penganten, pada 25 Agustus malam, dua kemeriahan di dua tempat sekaligus diwaktu yang sama. Di Desa Klambu berlangsung acara pertunjukkan seni dan bakat dari anak-anak sekolah maupun umum sementara di Desa Penganten tak kalah spektakuler, kedatangan 2 pemimpin daerah sekaligus yakni Bupati Grobogan dan Bupati Jepara turut menjadikan kemeriahan acara peresmian Masjid Jami' Al-Ibrahim semakin berkesan.
Pengajian dengan pembicara Bupati Jepara
Sementara itu sehari berselang, pada 26 Agustus di Desa Terkesi menggelar acara nonstop pentas seni. Dimulai pada pagi hari, ajang adu bakat antar anak-anak sekolah dan umum ini berlangsung sangat seru dan menghibur.

Malamnya, pertunjukkan drama yang menampilkan anak-anak muda dari desa Terkesi sebagai lakonnya berhasil menarik antusiasme warga yang berbondong-bondong mengunjungi pelataran balai desa tempat berlangsungnya acara. Tak sampai disitu saja, usai pertunjukkan drama, kemeriahan dilanjutkan dengan penampilan grup band lokal hingga acara usai.

Semua kemeriahan ini tak lain adalah untuk menunjukkan sebuah wujud rasa syukur atas kemerdekaan negara Republik Indonesia yang susah payah direbut. Hal ini menunjukkan bahwa rasa nasionalisme masyarakat Indonesia bahkan yang berada di desa-desa amat sangat tinggi.

Kini, segala kemeriahan hari kemerdekaan satu per satu selesai. Namun sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita tentu harus tetap menanamkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa kita ini. Tak hanya saat bulan agustus saja, namun setiap hari, setiap nafas dan setiap tindakan kita haruslah mencerminkan bahwa kita bangga menjadi warga negara kesatuan Republik Indonesia.