Mencoba Menilik Peta Persaingan Pilkades Klambu 2018

Advertisement

Mencoba Menilik Peta Persaingan Pilkades Klambu 2018

Monday, July 2, 2018

Pilkades Klambu 2018
Kabar Klambu - Tahun 2018 oleh beberapa orang disebut sebagai tahun Politik. Saya juga tidak tahu kenapa, mungkin saja karena tahun ini banyak sekali agenda KPU dalam melaksanakan Pemilu dari tingkat Kabupaten hingga pedesaan.

Termasuk juga di desa Klambu yang pada tahun ini juga bakal menggelar pelaksanaan pemilihan Kepala Desa. Kalau saya tidak salah, kemungkinan pilkades itu bakal diselenggarakan tepatnya pada bulan November tahun ini. Nah, sebagai warga asli yang tinggal dan makan di desa Klambu sejak lahir ini kemudian muncul di benak saya sebuah pertanyaan lumrah, tentang siapakah yang pantas untuk menduduki posisi sebagai orang nomor 1 di Desa yang memiliki luas sekitar 3,7 juta Hektar dengan jumlah penduduknya yang kurang lebih mencapai 5000 jiwa ini?

Saya sadar dan tahu betul bahwa jika membicarakan soal pemilihan lurah atau kepala desa disini masih menjadi hal yang sangat sensitif bahkan nyaris sama sensitifnya saat berbicara soal agama. Salah memilih kata sedikit bisa jadi percikan yang menimbulkan sentimen pribadi antar golongan bahkan tetangga sendiri yang berakibat tidak diundang saat bancaan. Namun sebagai penduduk asli yang lahir dan dibesarkan disini, adalah hak mutlak untuk mengeluarkan pendapat jika dirasa masih sesuai dengan konteks.

Jika melihat peta persaingan hingga saat ini, menurut analisa pribadi dari berbagai sumber yang saya dapati, besar kemungkinan bakal ada peserta Petahana yang akan bersaing dengan nama-nama yang sudah tak asing ditelinga masyarakat desa Klambu namun masih baru dalam ajang per-pilkades-an.

Periode sebelumnya terjadi one on one dalam Pilkades yang hasil akhirnya kita semua tahu sangat timpang atau tidak seimbang dalam perolehan suara. Sang penantang tak cukup kuat untuk menggoyahkan kursi Sang Petahana hingga akhirnya Sang Petahana masih berdiri kokoh dalam mempertahankan tahtanya.

Lantas bagaimana dengan periode yang akan datang ini? Apakah bakal kembali terjadi pertarungan 1 vs 1 atau mungkin bakal ada penantang baru sebagai kejutan yang tentu akan memecah perolehan suara? Menarik untuk ditunggu.

Lalu sebagai rakyat jelata saya hanya ingin mencoba cerdas saja. Mengingat sekarang ini kemajuan teknologi sudah sangat pesat. Berbagai informasi internal yang jaman dulu hanya bisa diakses oleh beberapa pejabat saja, sekarang sebagai rakyat jelata pun kita juga bisa ikut menganalisanya.

Salah satu contohnya, beberapa waktu lalu Pemkab Grobogan melalui Dinas Kominfonya telah membuat program website desa dimana setiap desa diwajibkan untuk membuat website yang didalamnya terdapat berbagai informasi desa yang dapat diakses dengan mudah oleh warganya.

Disana setiap program mencakup informasi internal termasuk soal anggaran dari desa bakal secara transparan dapat dilihat oleh siapapun. Jadi warga bisa ikut memantau aktifitas yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa. Bukan bermaksud curiga, jika semua transparan kan enak. Lhawong lingerie aja sengaja dibuat transparan juga untuk menciptakan keenakan kok.

Jadi siapapun nantinya CaKaDes yang melek teknologi, transparan dalam informasi dan jauh dari sikap-sikap sentimen terhadap personal atau kelompok, maka beliaulah yang berhak mendapat setidaknya 1 suara mutlak dari seorang rakyat jelata seperti saya ini. Jangan salah, 1 suara dalam pemilu itu harganya 50 ribu, Oops! maksud saya sangat menentukan.