Fakta Unik Tentang Sejarah Asal-usul Nama Dari Ikan Mujair

Advertisement

Fakta Unik Tentang Sejarah Asal-usul Nama Dari Ikan Mujair

Wednesday, May 30, 2018

Ikan Mujair
Kabar Klambu - Mungkin diantara kalian belum tahu jika sebenarnya nama salah satu jenis ikan air tawar ini adalah berasal dari nama seorang manusia yang pertama kali menemukannya.

Ikan Mujair, Pada 1936 seseorang bernama Mudjair, pegawai desa dari Desa Papungan, Kanigoro, Blitar, pergi ke Teluk Serang yang terletak di laut selatan. Di sana dia menemukan berbagai jenis ikan yang belum diketahui sebelumnya. Kemudian dia membawa pulang dengan mengambil lima jenis ikan dan memeliharanya di kolam pekarangan rumah.

Ternyata, satu jenis ikan berkembang sangat cepat, bahkan bisa bertelur dengan dan menyimpan telurnya tersebut di dalam mulut hingga tiba masanya menetas dan menjadi anak ikan. Lantaran keistimewaannya tersebut, seiring berjalannya waktu ikan ini mendapat perhatian warga desa.
Makam Mudjair, sang penemu ikan Mujair

Kabar itupun sampai ke telinga Schuster, seorang kepala penyuluhan perikanan di Jawa Timur. Dia lantas berkunjung ke Papungan untuk melihat ikan temuan Pak Mudjair yang telah menjadi heboh kala itu. Ternyata ikan tersebut diidentifikasi sebagai Tilapia mossambica, yang berasal dari Afrika.

Dengan segera ikan temuan Mudjair dibudidayakan karena perkembangbiakannya yang unik karena cepat bertelur lalu pertumbuhannya pun juga cepat, dan mudah beradaptasi dengan segala lingkungan air tawar mulai dari kolam hingga rawa-rawa.

Pada tanggal 27 Agustus pemerintah Belanda mengapresiasi usaha Mudjair tersebut dengan memberinya santunan sebesar Rp6,- per bulan, kala itu nominal tersebut terbilang lumayan. Lalu saat pendudukan Jepang, ikan Mujair malah kian populer. Pasukan Jepang, seperti tercatat dalam Tilapia: Biology, Culture, and Nutritionsuntingan melalui 2 orang bernama Carl D. Webster dan Chhorn Lim, membawanya ke seluruh daerah untuk dibudidayakan dalam tambak-tambak.

Karena jasanya itu Mudjair pun diangkat sebagai pegawai negeri tanpa harus mendapatkan beban kerja. Enam tahun setelah Indonesia merdeka, Mudjair menerima surat tanda jasa dari Kementerian Pertanian atas prestasinya sebagai seorang penemu dan perintis perkembangbiakan ikan Mujair.