Coba Bunuh Diri, Warga Rejosari, Grobogan Segrek Perut Dengan Celurit Hingga Usus Terburai

Advertisement

Coba Bunuh Diri, Warga Rejosari, Grobogan Segrek Perut Dengan Celurit Hingga Usus Terburai

Sunday, March 11, 2018

Illustrasi bunuh diri dengan celurit

Kabar Klambu – Suasana Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan yang biasanya tenang berubah jadi gempar, Minggu (11/3/2018) dinihari tadi. Hal ini terjadi menyusul adanya peristiwa percobaan bunuh diri yang dilakukan Ahmad Muchsin, warga yang tinggal di wilayah RT 03, RW 01.

Pria berusia 32 tahun itu nekat menyayat perutnya sendiri dengan sebilah sabit. Beruntung, nyawanya masih tertolong. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Purwodadi karena menderita luka parah dibagian perutnya.

Informasi yang didapat menyebutkan, percobaan bunuh diri kali pertama diketahui istri korban Siti Sofia (28). Yakni, saat pulang selepas magrib, ia mendapati kondisi pintu rumah dalam keadaan terkunci.

Dari kaca terlihat korban memegang sabit dan mengatakan mau bunuh diri. Melihat kondisi itu, Siti kemudian meminta tolong pada tetangga sekitar. Tetangga yang berdatangan meminta korban agar tidak melakukan tindakan itu.

Hingga tengah malam, upaya untuk mencegah korban bunuh diri terus dilakukan tetapi korban terlihat tidak mau melepaskan sabit dari genggaman tangannya. Akhirnya, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Grobogan sekaligus meminta bantuan polisi.

Percobaan bunuh diri mencapai puncaknya sekitar pukul 01.30 WIB. Korban akhirnya nekat menyayat perutnya dengan sabit yang dipegang ditangan kanannya. Beberapa saat kemudian, korban yang terlihat bersimbah darah itu jatuh tersungkur ke lantai.

Selanjutnya, polisi langsung bergerak cepat dengan membuka pintu dan langsung melarikan korban ke RSUD Purwodadi. Sebelumnya, sebilah sabit yang digunakan untuk menyayat perut korban sudah berhasil diamankan.

Kapolsek Grobogan AKP Sucipto menyatakan, upaya untuk mencegah supaya korban tidak bunuh diri sudah dilakukan cukup lama. Namun, korban tidak menghiraukan permintaan itu.

“Mengenai penyebab tindakan percobaan bunuh diri itu masih kita dalami. Dugaan sementara, korban mengalami depresi karena masalah ekonomi sehingga nekat mau bunuh diri. Saat ini, korban masih dirawat di rumah sakit,” katanya.