Menteri PUPR Tinjau Lokasi Proyek Bendung Klambu

Advertisement

Menteri PUPR Tinjau Lokasi Proyek Bendung Klambu

Tuesday, February 21, 2017



KABARKLAMBU.COM – Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono meninjau pembangunan jembatan dan normalisasi Bendung Klambu yang menggunakan anggaran dari APBN.

Melihat proses pembangunan tersebut, beliau optimis proyek multi years akan rampung pada akhir 2018 nanti. Hal tersebut disampaikannya ketika meninjau langsung ke lokasi proyek di Bendung Desa Klambu, Kamis (16/2). Bendung Klambu sendiri dibangun sejak tahun 1985 silam, maka dari itu butuh perbaikan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kebocoran debit air yang mengairi 64.000 Hektar sawah, jelas Basoeki.

Kunjungan kerja yang dilakukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut didampingi oleh Bupati Kuningan Hj. Sri sumarni, Kepala PUPR Grobogan Subiyono, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning dan Dandim 0717 Kapten Arh Jan Pieter Gurning.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono mengaku optimis bahwa Bendungan Klambu akan selesai tepat pada waktunya yaitu pada akhir 2018 nanti.“Saya yakin untuk proyek normalisasi bendungan ini akan selesai akhir 2018 nanti ,” kata Basoeki.

Disebutkan Basoeki bahwa progres pembangunan Bendungan Klambu saat ini baru mncapai 45  persen.“Total anggaran pembangunan Bendungan Klambu ini semua dari APBN dengan jumlah sekitar Rp 1,6 Triliyun,” kata Basoeki.
Pembangunan jembatan yang melintasi sungai serang ditargetkan selesai tahun 2017 ini. Pembangunan jembatan ini  dilakukan mengingat jumlah warga yang melintas diatas jembatan lama sangat banyak. “Selama ini bendungan dimanfaatkan warga untuk jalan tembus. Karena dengan adanya bendungan ini bisa menghemat jarak sekitar 23 km. Jadi mulai tahun kemarin kita bangun jembatan baru di sebelah bendungan,” jelas Basoeki.

Sementara itu Bupati Grobogan berharap pembangunan Proyek Bendung Klambu ini akan segera selesai, mengingat warga akan sangat membutuhkannya terutama yang berprofesi sebagai petani. " Saya berharap proyek ini segera rampung, karena bendung Klambu ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama para petani. Terang Sri Sumarni. (SHP - KK)