Miris! Kini Istri Tak Lagi Hanya Sebagai Tulang Rusuk, Melainkan Juga Bertugas Menjadi Tulang Punggung

Advertisement

Miris! Kini Istri Tak Lagi Hanya Sebagai Tulang Rusuk, Melainkan Juga Bertugas Menjadi Tulang Punggung

Monday, July 11, 2016


kabarklambu.com - Saat orang-orang berkata bahwa zaman sekarang ini adalah zaman yang terbalik mungkin adalah benar adanya. Bagaimana tidak, banyak sekali hal-hal yang sudah melenceng terlalu jauh dari porosnya bahkan sampai urusan di dalam sebuah rumah tangga sekalipun.

Yang paling banyak terjadi adalah keterbalikan tugas mencari nafkah. Dimana-mana dari jaman nenek moyang pun urusan cari nafkah itu tugasnya suami. Kalau istri jelas tugasnya adalah merawat rumah tempat bernaung, membuatkan sesuatu yang bisa dimakan untuk suami saat pulang kerja dan juga merawat anak bagi mereka yang sudah punya anak, itu normalnya.

Tapi yang terjadi sekarang ini sudah salah kaprah. Masak iya seorang istri yang seharusnya adalah tulang rusuk harus jadi tulang punggung juga. Wanita memang kuat, tapi mereka juga perlu disejahterakan.

Adalah Lastri 35 tahun seorang wanita yang telah memiliki 3 orang anak. Suaminya sehat, suaminya belum mati dan suaminya masih normal tanpa cacat sama sekali. Tapi seakan-akan Lastri lah yang menanggung segala kebutuhan suaminya itu ditambah lagi ketiga anaknya. Pasalnya setelah kena PHK 6 bulan lalu suaminya cenderung menjadi malas dan selalu menggantungkan semuanya kepada istrinya termasuk dalam urusan beli rokok.

Lastri yang sehari-harinya bekerja di sebuah industri rumahan milik tetangganya itu otomatis harus menanggung hidup 4 orang manusia. Mereka ke empat-empatnya makan nasi semua, nggak ada yang mau dikasih makan batu. Bayangkan coba berapa gaji Lastri dari hasil kerja di sebuah industri rumahan sebagai pembungkus kripik tempe? Cuma Rp 35.000 per hari. Uang segitu jelas nggak cukup untuk makan berlima kan.

Makanya malam harinya Lastri masih bekerja lagi, yaitu menjadi tukang urut/pijat capek. Itupun hanya jika ada yang meminta jasanya, kalau nggak ada ya nggak dapat uang tambahan. Biasanya Lastri dapat tambahan uang Rp 25.000 untuk sekali pijat tapi ya nggak setiap hari dapet. Kan gak mungkin ada orang capek terus tiap malam.

Entah kenapa sang suami bukannya terketuk semangatnya untuk bekerja lagi melihat perjuangan istrinya yang seperti itu, tapi justru malah makin menjadi-jadi. Seharian dirumah hanya tiduran dan makan. Semua pekerjaan rumah dibiarkan gitu aja selalu saja menunggu tangan Lastri yang mengerjakannya. Belum lagi anak-anak yang hanya mau mandi kalau sama ibunya. Keadaan tersebut makin membuat perjuangan Lastri semakin berat.

Capek tak pernah ia pedulikan, tujuannya hanya satu. Ia tak mau hanya karena masalah ekonomi lantas bertengkar dengan suaminya yang nantinya berujung pada perpisahan. Ia hanya berharap suatu saat nanti suaminya akan segera bangkit dan mau untuk mencari pekerjaan lagi sehingga bisa saling bahu-membahu  menjalani kehidupan yang berat ini.