Kisah Sedih Seorang Kakek Yang Menjalani 11 Kali Idul Fitri Di Panti Jompo

Advertisement

Kisah Sedih Seorang Kakek Yang Menjalani 11 Kali Idul Fitri Di Panti Jompo

Tuesday, July 12, 2016

Sang kakek tak pernah dijenguk oleh anak-anaknya bahkan keluarga lainnya

kabarklambu.com - Momen indahnya Idul Fitri masih belum hilang di ingatan seluruh umat Muslim yang merayakan. Saling bersilaturahmu dan bisa berkumpul dengan keluarga besar adalah sesuatu yang patut kita syukuri. Namun seperti halnya dua sisi dunia, banyak orang lain yang tak seberuntung kita yang bisa menjalani Idul Fitri bersama keluarga. Bahkan mungkin lebih parah, karena dirinya dibuang oleh keluarganya sendiri.

Seperti kisah nyata yang dialami oleh Taj Mohammad, pria Pakistan yang dibuang oleh anaknya sendiri ke panti jompo Aaffiat. Panti tersebut menampung 17 orang yang kurang lebih bernasib sama dengannya, dimana sebagian ditolak oleh sanak famili dan diusir dari rumah oleh anak mereka sendiri.

"Idul Fitri sama saja dengan hari-hari lainnya. Tak ada kegembiraan karena setiap hari saya hanya makan dan mendoakan negara daripada mendoakan anak saya yang telah meninggalkan saya tanpa perhatian disini," keluh pria berusia 76 tahun tersebut.

Ia sangat menyayangkan tindakan anak dan menantunya yang telah mengusirnya dari rumahnya sendiri setelah istri atau ibu dari anaknya tersebut meninggal dunia. Padahal menurutnya, ia dan istrinya membesarkan anaknya tersebut dengan penuh cinta dan kerja keras.

"Saya tidak akan menyalahkan menantu saya karena faktanya dia bukan darah daging saya. Tapi anak laki-laki saya yang memperlakukan saya secara asing dan tanpa rasa hormat sedikitpun," lanjutnya.

Senada dengan Mohammad, Kakek Ali Sharif yang berusia 90 tahun juga harus pergi dari rumahnya sendiri karena diusir oleh anak dan menantunya. Pensiunan PNS itu bahkan sudah 11 tahun merayakan Idul Fitri di Panti Jompo tersebut.

"Sama saja Idul Fitri atau tidak, saya menghabiskan waktu dimasjid dan selebihnya di dalam panti untuk beristirahat," ujar Ali.

Mereka berdua tidak pernah melihat anak-anaknya datang untuk menjenguknya di panti jompo tersebut. Meski kesepian menurut Ali para penghuni panti tersebut bisa saling menguatkan dan saling membantu bila ada kesusahan menimpa salah satu penghuni panti tersebut.

Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa anak-anak mereka tega menelantarkan orangtuanya yang sudah membesarkan mereka dengan penuh cinta dan pengorbanan?