Jalur Maut Sepanjang Jalan Dari Penawangan Sampai Klampok Kecamatan Godong, Benarkah "Berpenghuni"?

Advertisement

Jalur Maut Sepanjang Jalan Dari Penawangan Sampai Klampok Kecamatan Godong, Benarkah "Berpenghuni"?

Thursday, July 28, 2016


kabarklambu.com - Jalur Maut, mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kengerian jalan raya Purwodadi - Semarang tepatnya di sekitaran Desa Penawangan sampai Desa Klampok Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Pasalnya jalur tersebut tak hanya sekali dua kali saja telah menelan korban jiwa para pengendara yang melaluinya. Bayangkan saja dalam kurun waktu kurang dari sebulan ini saja sudah 5 nyawa melayang diatas jalur maut itu.

Entah apa penyebabnya, padahal kondisi jalan juga tergolong mulus dan hanya ada beberapa lubang itupun tak terlalu dalam dan bisa dibilang tidak mengganggu para penendara. Rambu peringatan dan juga penanda jalan pun telah banyak terpasang dan bisa sangat jelas di lihat oleh pengendara yang melewatinya.

Memang benar yang namanya musibah atau kecelakaan tak ada yang bisa memperkirakannya, akan tetapi jika melihat dari keterangan diatas harusnya jalur tersebut merupakan jalur yang aman bagi para pengendara yang melewatinya.

Bagaimana jika ada faktor lain yang menjadi penyebab rawannya kecelakaan di jalur tersebut? Karena menurut rumor yang beredar dari warga yang telah lama tinggal di daerah tersebut, katanya jalur maut itu memang "Berpenghuni". Percaya atau tidak faktor mistis memang terkadang menjadi suatu hal yang sulit untuk diterima akal sehat.

Menurut beberapa sumber yang kompeten dibidang spiritual, jalur itu memiliki aura mistis yang sangat kuat. Entah dari arwah para korban kecelakaan yang kemudian menghuni jalur tersebut maupun dari beberapa lokasi yang memang terdapat pemakaman umum disana.

Apapun itu kita memang diwajibkan untuk selalu berhati-hati dan patuh pada aturan berkendara yang baik saat dijalan, dimanapun itu. Hanya itulah yang bisa kita lakukan demi keselamatan kita sendiri maupun orang lain. Semua memang kita kembalikan kepada Yang Maha Kuasa yang mengatur hidup dan mati kita, namun kita pun juga diwajibkan menjada dan menyayangi kehidupan yang telah dianugerahkanNya.

Jadi siapapun anda, demi keselamatan bersama mari kita senantiasa berhati-hati dan mawas diri saat sedang berkendara dijalan, sayangi nyawa dan ingatlah keluarga menunggumu dirumah. (Shp/kk)