Ini Kronologi Tewasnya Helmi Bocah 11 Tahun Asal Mintreng, Kebon Agung Demak Yang Tenggelam Kemarin

Advertisement

Ini Kronologi Tewasnya Helmi Bocah 11 Tahun Asal Mintreng, Kebon Agung Demak Yang Tenggelam Kemarin

Monday, July 18, 2016

Ilustrasi bocah tenggelam
kabarklambu.com - Peristiwa tenggelamnya seorang anak berusia 11 tahun di sungai Tuntang Dukuh Mintreng, Kebon Agung Demak kemarin membuat beberapa orang penasaran tentang bagaimana ia bisa tewas tenggelam.

kabarklambu.com pun mencoba menelusuri bagaimana kronologis kejadian yang merenggut nyawa bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 SD tersebut. Menurut saksi sekaligus tetangga dekat korban bernama Ahmadi, awalnya Helmi sedang bermain dipinggir sungai dengan temannya Miftakh.
Suasana saat jenazah Helmi tiba dirumah duka
Kemudian diseberang sungai ada seorang yang ingin menyeberangi sungai tersebut. Diketahui orang itu berinisial ZA adalah seorang personil orkes musik dangdut yang akan mengadakan pentas disuatu tempat, terbukti dari barang bawaannya berupa alat musik Drum.

Bermaksud ingin membantu ZA, Helmi pun menyeberangkan perahu yang ditinggal oleh pemiliknya untuk mengambil rumput. Dilaporkan juga saat itu arus sungai memang sangat deras akibat hujan yang mengguyur beberapa hari sebelumnya. Kemudian saat sudah berhasil mendekatkan perahu ke ZA, ia pun segera naik.

Ditengah perjalanan saat menyeberang lagi, derasnya arus membuat Helmi tak mampu mengendalikan perahunya yang menggunakan sistem tarik talu tambang. Tenaga Helmi kalah oleh derasnya arus sungai. Akibatnya perahu pun terbalik dan ketiganya yaitu ZA, Helmi dan Miftakh terlempar kesungai. 

Namun malang, ZA hanya mampu menyelamatkan Miftakh, sementara Helmi justru berniat mengejar perahu yang terbawa arus karena takut jika perahu itu sampai hilang dan akan dimarahi oleh si pemilik. Akan tetapi derasnya arus membuat Helmi justru malah ikut terseret, smentara ZA telah kehabisan nafas karena menyelamatkan Miftakh.

Akhirnya keduanya tak mampu berbuat banyaj dan hanya bisa melihat Helmi terseret arus. Sesaat kemudian Miftakh mencari pertolongan warga yang kemudian menghubungi Koordinator BASARNAS. Bersama-sama warga, tim SAR pun memulai mencari Helmi yang hilang terbawa arus. Hingga malam Helmi pun tak kunjung ditemukan.

Setelah pencarian dilanjutkan pada hari ini Senin 18/7 akhirnya Helmi pun berhasil ditemukan dan sudah dalam kondisi tak bernyawa. Jasad korban kemudian dibawa pulang kerumah duka dan rencananya akan langsung dimakamkan karena keluarga tak mengijinkan untuk di lakukan otopsi terhadap jenazah Helmi.