Wahai Para Pria Pekerja Keras, Jika Uangmu Banyak Tampang di Maafkan

Advertisement

Wahai Para Pria Pekerja Keras, Jika Uangmu Banyak Tampang di Maafkan

Thursday, June 23, 2016

Kabarklambu.com - Banyak orang bilang uang adalah Raja dari segala Raja. Jika kau punya banyak uang, maka kau bebas melakukan apapun bagaikan seorang raja. Tak semua dari ungkapan tersebut benar, bagi sebagian orang, menganggap uang tak mampu mengalahkan Cinta. Lalu cinta yang seperti apa yang tak mampu dikalahkan oleh uang?

Pernahkah kau mendengar seorang putri konglomerat menikahi seorang gembel tanpa pekerjaan dan tempat tinggal yang bahkan untuk makan saja susah? Mungkin hanya ada di sinetron atau film. Hampir mustahil hal tersebut terjadi di dunia nyata apalagi dijaman sekarang ini. Untuk itu pria dituntut bekerja keras guna memperbaiki kondisi ekonomi agar bebas memilih wanita manapun yang ia inginkan untuk menjadi pendamping hidupnya.

Tampang bukan jaminan, sekarang orang ganteng tapi tak memiliki apa-apa sama halnya dengan mendapatkan sebuah kado kosong yang dibungkus dengan hiasan pita cantik dan berwarna-warni. Nah, untuk itu bagi kamu yang kutang beruntung dan terlahir dengan wajah pas-pasan masih ada peluang untuk memperbaiki keturunan dengan menikahi wanita cantik yang kamu inginkan dengan cara bekerja sekeras mungkin untuk menjadi seorang yang mapan dengan kondisi ekonomi stabil.

Percayalah, wanita cantik pun tak akan menolak jika kamu antar pulang menggunakan Lamborghini dan kamu ajak makan malam di restoran paris lalu diberi hadiah cincin permata berkilau yang kamu sematkan langsung dijari manisnya saat momen makan malam romantis tersebut. Asalkan kamu percaya bahwa nasib seseorang bisa berubah tergantung usaha orang itu sendiri, maka apapun akan dapat dilalui dan dicapai.

Ayo para pria khususnya yang memiliki wajah pas-pasan, bekerja keraslah, ubah nasibmu dengan keringat dan tanganmu sendiri. Jangan terlalu larut dalam meratapi nasib. Buat orang-orang tampan dan malas yang hanya mengandalkan kegantengan wajahnya saja itu menangis menahan iri atas pencapaianmu. Peluang masih terbuka lebar. (Sigit)