Lahirkan Anak Majikan, TKW Ini Tak Malu Membawa Bayinya Pulang Kampung

Advertisement

Lahirkan Anak Majikan, TKW Ini Tak Malu Membawa Bayinya Pulang Kampung

Sunday, June 26, 2016

kabarklambu.com - Tak tahu mesti salut atau miris menanggapi hal ini. Adalah Rumi'ah (34) TKW yang bekerja di Arab Saudi. Setelah kurang lebih 3 tahun bekerja di negri orang, akhirnya ia pulang ke tanah air, namun bukan hanya membawa pulang rejeki hasil jerih payahnya selama merantau menjadi TKW, tetapi ia juga membawa pulang seorang bayi laki-laki yang baru berumur 6 bulan.

Sekilas tak ada yang aneh, akan tetapi jika dilihat secara seksama bayi tersebut terlihat seperti bukan keturunan orang Indonesia. Ternyata bayi itu adalah hasil hubungan terlarangnya dengan majikan tempat dia bekerja di Arab Saudi dulu. Banyak tetangga yang datang dan berniat untuk menjenguknya pun terkaget-kaget. Pasalnya selama ini Rumi'ah dikenal sebagai seorang janda yang telah ditinggal mati suaminya dulu sebelum ia berangkat menjadi TKW.

Lambat laun kisah Rumi'ah yang pulang dengan membawa bayi yang tak jelas asalnya itu pun menyebar luas dikalangan masyarakat sekitar. Rumi'ah yang masih bungkam dan enggan menceritakan asal usul bayinya itu pun akhirnya angkat bicara karena tak tahan dengan gunjingan para tetangganya.

Kepada kakaknya ia menjelaskan bahwa selama bekerja di Arab Saudi ia telah melakukan sebuah hubungan terlarang dengan majikannya. Memang sang majikannya sendiri juga merupakan seorang duda, akan tetapi tanpa status yang jelas, hubungan mereka pantas disebut dengan berzina. Selama 2 tahun menjalani hubungan, akhirnya lahirlah bayi tersebut. Ungkap Rum kepada kakaknya. Meski sempat marah namun akhirnya sang kakak pun memahami keadaan Rumi'ah.

Sang majikan yang tak mau mengakui dan menerima bayi itu secara sepihak memutus kontrak kerja Rumi'ah dengan alasan tak mampu lagi bekerja dengan baik. Karena merasa tak ada lagi tempat lain untuk ia tinggali sambil membesarkan anak, akhirnya Rum memilih untuk pulang saja ke tanah air dengan membawa serta bayinya. Karena ia juga tak mau bayi yang tak berdosa tersebut akan ditelantarkan oleh majikan yang sekaligus ayah kandung dari anaknya itu.

Rum sadar dengan segala konsekuensi dan resiko yang akan ditanggungnya kelak jika sampai di kampung halaman, namun ia tak takut dan siap menahan apapun tanggapan para tetangga dan kerabatnya. Ia sudah bertekat akan membesarkan anak kandungnya tersebut meski dengan segala caci maki dan juga termasuk kemungkinan untuk diusir oleh keluarganya sendiri.

Mungkin karena niatnya tersebut di ridhoi oleh Allah, diluar dugaan hujatan dan gunjingan yang datang tak sekeras apa yang ia bayangkan selama ini. Bahkan justru ada beberapa tetangga yang mendukungnya dan berniat mencarikan sosok ayah yang siap menerima keadaan Rum dan anaknya itu dengan apa adanya.

Tak lama setelah berjuang sendirian membesarkan anaknya itu, datanglah seorang pria yang berniat menikahinya. Rum pun dengan senang hati menerima lamaran pria tersebut yang diketahui bernama Heri. Heri adalah seorang yang bisa dibilang sangat dewasa, terbukti dengan ia tak pernah mempermasalahkan asal usul anak dari Rum dan dengan senang hati serta penuh tanggungjawab merawatnya. Meskipun hanya bekerja sebagai kuli proyek, Heri selalu berjuang untuk menafkahi Rum dan anaknya. Kedewasaannya tersebut membuat Heri selalu bisa diandalkan untuk menjadi pemimpin dalam rumah tangga mereka. Kini atas izin Allah keluarga ini hidup bahagia.

Dari kisah nyata diatas, ada sedikit pesan dan kesimpulan bahwa janganlah coba-coba melakukan zina apalagi sampai melakukan aborsi demi untuk menutupinya. Jika kamu berniat merantau untuk bekerja maka fokuslah untuk bekerja. Dan hendaklah selalu berkata jujur apapun keadaannya, karena kejujuran akan selalu berakhir indah walau awalnya menyakitkan, beranikanlah untuk berkata jujur dan ingat,  jangan pendam masalahmu sendiri. (SHP)