Keterlaluan! Polwan Ini Malah Asyik Selfie Saat Evakuasi Korban Bencana Tanah Longsor

Advertisement

Keterlaluan! Polwan Ini Malah Asyik Selfie Saat Evakuasi Korban Bencana Tanah Longsor

Saturday, June 25, 2016

kabarklambu.com - Netizen dibuat geram oleh ulah seorang Polisi Wanita yang asyik melakukan foto selfie saat sedang bertugas di lokasi bencana tanah longsor. Seorang abdi Negara yang seharusnya memiliki moralitas dan rasa kemanusiaan yang tinggi justru malah sebaliknya, dengan tanpa perasaan iba terhadap para korban mereka mengunggah foto-foto mayat yang telah berhasil di evakuasi kemudian mempostingnya di akun instagram.

Setelah foto tersebut terunggah di akun instagram dengan id "usieet" serentak hujatan demi hujatan pun seakan mengalir deras terhadap postingan dari Polisi Wanita tersebut. Banyak netizen menyayangkan atas tindakan yang mereka lakukan. Bahkan ada yang menyarankan agar mereka segera diberikan sanksi tegas.

Kian lama foto itu pun makin viral di dunia maya. Belakangan akun Facebook dengan nama Dwi Nugroho yang diketahui merupakan seorang relawan saat terjadi bencana tanah longsor mengunggahnya. Dengan sedikit dibumbui caption tentang keprihatinannya melihat kejadian tersebut, seketika mampu dengan cepat menyalakan api hujatan terhadap para Polisi Wanita tersebut.

Namun yang namanya kontroversi tentu selalu ada pro dan kontra. Dari sekian banyak komentar ada juga yang menganggap akun Facebook atas nama Dwi Nugroho tersebut terlalu lebay. Karena masalah seperti ini harusnya tak perlu dibesar-besarkan. Namun apapun itu seorang abdi negara tentunya paham akan etika yang baik saat menjalankan tugasnya.

Jika foto selfie adalah hak asasi manusia, maka tak masalah mereka melakukannya. Akan tetapi foto mayat korban bencana alam yang ikut diposting disana tentu saja itu sangat menyalahi aturan dan jelas merupakan tindakan tak bermoral dari seorang abdi Negara. Apalagi jika ditambah caption yang menerangkan bahwa si pemilik akun dalam hal ini Polwan tersebut menuliskan bahwa mereka sedang melakukan liburan. Sedang para mayat yang tergeletak disana adalah korban dari musibah yang selayaknya mendapat penghormatan sebagaimana mestinya. (Sigit)