Demi Sahabatnya, Pria Ini Relakan Satu Kakinya Hilang

Advertisement

Demi Sahabatnya, Pria Ini Relakan Satu Kakinya Hilang

Monday, June 13, 2016

kabarklambu.com - Kisah inspirasi persahabatan, Rio dan Doni adalah dua orang sahabat yang memiliki impian berbeda. Rio ingin menjadi pemain sepak bola profesional sedangkan Doni adalah ingin menjadi seorang Polisi yang mengabdikan seluruh tenaga dan pikirannya untuk bangsa dan negara.

Namun cobaan berat datang menghampiri. Impian yang mereka cita-citakan seakan pupus saat itu juga. Rio harus kehilangan mimpinya menjadi atlet Sepak Bola profesional setelah satu kakinya terlindas kereta api demi menyelamatkan Doni sahabatnya.

Saat itu terjadi pertengkaran hebat antar kedua sahabat yang disebabkan oleh keputusasaan Doni yang gagal mengikuti tes penerimaan anggota Polisi. Doni yang sudah berusaha keras demi mewujudkan mimpinya menjadi Polisi akhirnya harus merelakan impiannya tersebut. Pengumuman hasil tes menyatakan ia tak lulus.

Kekecewaan tergambar jelas diwajah Doni, ia tak mengerti mengapa Doa dan kerja kerasnya selama ini tak membuahkan hasil seperti apa yang diinginkannya. Sementara Rio yang mencoba menenangkan sahabatnya itu terlihat kewalahan, semua kata-kata Rio tak satupun didengar oleh Doni. Sebaliknya Doni malah melampiaskan kekecewaannya terhadap Rio yang memiliki keadaan sangat berbeda dengan dirinya. Ya, Rio baru saja mendapatkan kontraknya menjadi pemain sepak bola profesional di Belanda. Hal tersebut membuat Doni meragukan keadilan yang Tuhan berikan.

Keadaan menjadi semakin sulit saat Doni tak bisa mengendalikan amarahnya dan memukul wajah Rio. Akan tetapi Rio yang masih mencoba tenang sama sekali tak membalasnya. Sampai akhirnya Doni berkata akan pergi dari kehidupan Rio untuk selamanya. Seketika itu juga Doni melangkah pergi dari hadapan Rio.

Rio yang tak mengerti dengan sikap Doni menjadi gelisah, apa maksud "pergi dari kehidupanku selamanya"? Pertanyaan itu terus menghantui pikiran Rio. Ia merasa ada yang tidak beres karena tak biasanya Doni yang selalu penuh semangat sampai mengatakan hal seputus asa itu. Maka dikejarlah Doni, setelah mencari kesana kemari Rio tak kunjung melihatnya.

Sampai akhirnya di sebuah Rel kereta api , dari jauh Rio melihat seseorang tengah berdiri diatas Rel dengan raut wajah yang putus asa. Orang itu tak lain adalah Doni yang bermaksud ingin mengakhiri hidupnya. Seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya Rio pun terdiam sampai akhirnya suara klakson kereta api yang mendekat memecahkan lamunannya. Sontak Rio pun berteriak agar Doni segera menjauh dari rel. Namun karena jarak yang jauh suara Rio tak terdengar oleh Doni.

Sekuat tenaga Rio berlari untuk menyelamatkan sahabatnya tersebut sementara di sisi lain Kereta pun semakin dekat. Sampai akhirnya Rio berhasil mencapai Doni dan dengan segera didoronglah Doni dari rel sepersekian detik kemudian kereta melaju kencang dan hampir melindas kedua sahabat tersebut. Doni berhasil diselamatkan namun nahas Rio tak sempat menghindar sepenuhnya dari sambaran kereta api. Salah satu kakinya hancur terlindas roda besi kereta api.

Melihat kondisi Rio yang kesakitan tanpa pikir panjang Doni langsung membawanya kerumah sakit. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Doni tak henti-hentinya menangis melihat keadaan sahabatnya yang telah kehilangan satu kakinya dan itu berarti Rio pun juga dipastikan kehilangan mimpinya untuk menjadi pemain sepak bola profesional.

Doni benar-benar merasa menyesal dengan apa yang telah dilakukannya. Ia tak habis pikir jika sahabatnya tersebut akan bertindak senekat ini sembari terus menangis disamping sahabatnya yang terbaring di dalam mobil ambulan yang menuju ke Rumah sakit. Rio yang masih sadar melihat Doni menangis disampingnya. Sambil menahan sakit Rio berusaha tetap tersenyum dan meminta sahabatnya itu untuk berhenti merasa putus asa dan untuk tidak menyerah apapun yang terjadi kemudian berkata "Doni, Sekarang keadaan kita sama kan? Mari kita berjuang sekali lagi". (Sigit)