Sendirian

Advertisement

Sendirian

Wednesday, May 11, 2016


Aku tidak pernah berpikir tentang konsep sendirian sebelumnya, tapi ketika aku di tempat tidur, tak dapat tidur dan pikiran sudah mulai berkeliaran. Aku mungkin berpikir tentang apa yang akan Aku lakukan atau apa yang akan terjadi besok. Kemduian, aku mulai berpikir tentang mahluk di kegelapan, mahluk yang tidak ingin aku pikirkan. Aku berpikir jika hanya aku satu-satunya yang terjaga pada saat itu. Aku berpikir jika aku satu-satunya terjaga. . . di kamarku. Disana aku mendengar suara derit kecil dan halus yang berasal dari dapur.

Saat itu aku mengabaikannya hanya sebagai sebuah angin. Tapi kemudian aku mendengarnya lagi, kali ini aku tau itu tidak mungkin angin, maksudku satu detik lalu tidak ada angin. Aku mulai membayangkannya, yeah itu harus; Maksudku tidak ada orang lain yang terjaga dan aku yakin telah mengunci pintu. Menit tampak seperti jam dan aku mendengar deritan lagi Tapi kali ini tampaknya lebih dekat, bagaimana mungkin? Imajinasi dan pikiranku mulai mengelabuhi, maksudku aku tinggal di lingkungan yang baik, tidak pernah ada kejahatan disni. Pikiranku seketika terpotong dengan mendengar suara yang sepertinya berasal dari pintu kamarku

Tanpa ragu-ragu aku lansung masuk kedalam selimutku. Aku mulai berkeringat dingin, aku mencoba berpikir lagi dan lagi "Tidak ada apapun disana." Kemudian, aku mendengar suara derit agak kecil dari pintuku. Aku sangat ingin memeriksanya, tapi jika aku melakukannya aku bisa saja berhadapan dengan seseorang atau sesuatu. Jadi aku hanya menutup mata anda serapat-rapatnya, mecoba sekeras yangku bisa untuk tertidur, lalu meninggalkan mimpi buruk ini. 

Berjam-jam berlalu tanpa ada suara, detak jantungku mulai melambat dan menurun. Aku mulai berpikir betapa bodohnya diriku berpikir tentang hal yang tidak-tidak. Ketika aku membuka selimutku, tubuhku tiba-tiba menjadi membeku, perlahan darah keluar dari mulutku dan hal terakhir yang kudengar adalah . . .

"Kau seharusnya tidak bangun."