Cara Menyusun Sebuah Berita Yang Baik & Benar

Advertisement

Cara Menyusun Sebuah Berita Yang Baik & Benar

Tuesday, May 31, 2016



kabarklambu.com -  Surat kabar menyampaikan berita, supaya berita itu jelas isinya harus lengkap. Berita dipandang lengkap apabila memberi keterangan tentang apa peristiwanya, siapa yang mengalami, kapan, dimana, mengapadan bagaimana suasananya. Unsur-unsur itu dalam dunia persuratkabaran disebut 5W + 1H, merupakan singkatan dari What, Who, When, Where, Why dan How.

Surat kabar dibaca dengan cepat, dalam suasana yang tergesa-gesa atau bahkan dalam suasana yang tidak sungguh-sungguh, seperti sambil makan pagi, menunggu bus, dan sebagainya. Oleh karena itu, susunan berita harus memenuhi syarat untuk itu. Dalam hal ini, klimaks atau kejadian yang paling penting didahulukan. Segala keterangan mengenai awal mulanya disusulkan kemudian. Susunan macam itu disebut Piramida Terbalik, karena susunannya terbalik.

Bagian klimaks yang didahulukan disebut Pokok Berita atau Teras Berita (lead). Sedangkan bagian keterangan mengenai hal-hal yang kecil disebut bagian uraian (Body).

Pokok berita melukiskan klimaks peristiwa secara ringkas. Isinya sudah menjawab menjawab pertanyaan 5 W + 1H juga. Dengan demikian pokok berita ini sesungguhnya sudah mencakup seluruh berita secara ringkas dan mengena.

Bagian uraian menerangkan kejadian-kejadian yang mendahului klimaks, duduk perkara, penjelasan secara luas, perhitungan-perhitungan dengan angka, dan sebagainya.

Misalnya, Orang melihat Jip Letnan AURI terbalik ditepi jalan didepan gedung Persatuan Wanita (Yogyakarta), Melihat Letnan T tergeletak 5 meter jauhnya dari kendaraannya, dan kemudian melihat Letnan T diangkat ke Rumah Sakit. Kalau menyampaikan kabar seperti itu kepada teman, ia tentu tidak akan mengisahkan seperti :

“Pukul 06.30 pagi Letnan Letnan AURI T berangkat dengan menggunakan Jip dari komplek perumahan AURI menuju Stasiun Tugu untuk menjemput istri dan kelima orang anaknya yang datang dri Jakarta dengan Kereta Api cepat, tapi sayang hari itu hujan turun sangat lebat; pengendara Jip atau mobil sukar melihat keadaan jalan. Dan rupanya nasib buruk menimpanya di depan gedung Persatuan Wanita Jip Letna AURI T selip. Jipnya terbalik disebelah kanan jalan; Letnan T terlempar 5 meter jauhnya.”

Tidak demikian kebiasaan menyampaikan kabar, yang pertama diceritakan justru kejadian terakhir yang dilihatnya, yaitu Jip Letnan AURI T selip didepan gedung wanita; letnan AURI T harus dirawat di Rumah Sakit karena luka-lukanya.

Hal lainnya, yaitu kisah perjalanannya dari komplek perumahan AURI Maguwo, maksud kepergiannya serta keterangan-keterangan mengenai keadaannya kemudian, semua itu diceritakan belakangan.

Maka peristiwa Letnan AURI T itupun diberitakan sebagai berikut:

Letnan AURI T Kecelakaan Karena Jipnya Selip
Letnan AURI T Kepala Staff pasukan AURI di Yogya, kemarin petang telah selip dengan Jipnya, sehingga ia perlu dirawat di Rumah Sakit Bethesda karena luka berat dibagian kaki dan kepala. Waktu itu hujan lebat pukul 6.30 kemarin petang, dengan Jipnya ia berangkat ke Stasiun Tugu untuk menjemput istri dan kelima orang anaknya yang pulang dari Jakarta naik kereta api cepat. Didepan Gedung Wanita Jipnya selip dan terlempar kesebelah kanan jalan.

Baru kemudian keccelakaan itu diketahui ketika seorang Kapten Angkatan Darat dari Resimen 15 Solo datang dari jurusan timur.

Letnan T kedapatan tergeletak 5 meter diluar Jip, dan segera diangkut ke Rumah Sakit Bethesda. Jipnya baru diangkat sekitar pukul 11 malam.

Istri dan anak-anaknya yang pulang sendiri ke Kompleks AURI Maguwo mendapati rumahnya gelap, mula-mula tidak mengetahui bahwa suaminya telah mengalami kecelakaan.

Susunan Piramida terbalik memudahkan orang lekas menangkap pokok beritanya. Bahkan bila tidak sempat membaca berita seluruhnya, cukuplah membaca pokok beritanya saja. Sebab pokok tersebut sudah mencakup seluruh isi beritanya.